PENGAKUAN

SUDAH PEMILU, dan saya sudah boleh menjadi warga yang berhak mengambil suara akan memilih siapa. Urusan partai biarlah nomor tiga yang menjadi pilihan saya. Alhamdulillah, sudah bisa merasakan masuk ke bilik suara!!! Yep, usia saya sudah kepala dua. Sudah pegang KTP, kartu ATM, (buku KUA aja yang belum punya), juga mempunyai lima kemenakan. Namun, hal tersebut tidak menjadi indikasi bahwa saya telah dewasa.

Saya masih bodoh, dalam mengontrol emosi. Masih dangkal pemikirannya, payah urusan dapur, malas bangun pagi, sulit memanajemen waktu. Hal yang paling berbahaya adalah; saya kesulitan menjaga lidah untuk tidak membicarakan orang lain. Duh, serius. Ghibah itu enak, dan nagih, lalu bertambah pula dosa saya. Banyak hal biasa yang menjadi seru diperbincangkan oleh saya dan kawan bicara. Ya Allah, saya ini benar-benar provokator pembawa dosa 😥 . Mulai dari membahas Ayu ting-ting, Farhat Abbas, Nowella (Kalo ini sih gosipin yang baik-baik), Cherybelle, Daus Mini, Caesar, Syahrini, dan juga teman saya sendiri (kadang) menjadi bahan gosip. Saya tahu itu dosa, tapi setidaknya, dengan membahas hal-hal yang ‘aneh’ tersebut, membuat saya memproteksi pendirian saya untuk tidak melakukan hal seperti yang mereka lakukan. Selain aktivitas orang, kadang saya membahas beberapa kekurangan sebuah novel. Ada banyak hal yang membuat saya kecewa ketika membacanya, lalu kekecewaan tersebut sengaja saya tuliskan di http://unidzalika.tumblr.com meskipun saya sepenuhnya sadar, kalau tulisan saya sendiri jauh dari sempurna. Saya sering malu dengan cerpen-cerpen saya dan berharap tak ada satu orang pun yang membaca kumpulan cerpen saya di http://chairanidzalika.blogspot.com . Kelak, saya akan menulis cerpen yang lebih baik lagi.

Saya ingin menjadi dewasa, salah satunya dimulai dari mengurangi ghibah saya. Caranya ya… Dengan mengurangi sedikit eksistensi saya di obrolan absurd tiap-tiap grup komunitas yang bersarang di whatsapp. Sebetulnya komunitas yang saya ikuti bermanfaat dan baik obrolannya. Namun (lagi-lagi) saya kerap berulah dengan menjadi orang pembawa gosip. Maafkan saya Tuhan, makhluk-Mu yang satu ini memang tidak tahu diri dan payah memelihara lidah. Padahal ia sudah dikunci oleh gigi, gusi, dan bibir. Tetap saja lidah ini tajam dan sering membuat orang lain sakit hati. Maaf. 😥

Saya nggak bisa berubah secara instan, pelan-pelan, dan semoga kalian semua mau memaafkan sifat buruk saya sebelum hari ini. Silakan maki-maki saya di twitter @unidzalika tapi sebelumnya follow dulu ya!

Selamat beraktivitas, kamu.

Advertisements

8 thoughts on “PENGAKUAN

  1. Heheheee…. gosip itu emang dosa. Apalagi biasanya orang yang senang kita ajak bergosip, di belakang kita juga dengan ringan hati akan menggosipkan kita dengan orang lain lagi. Mendingan untuk memperbaiki cerpenmu. Hayo buktikan bisa bikin cerpen yang sama bagusnya dengan kritikmu. Semangat! :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s