SKRIPSI : Minggu Kedua

PERASAAN Saya campur aduk waktu memasuki ruang sekretariat fakultas siang itu. Langkah kaki saya maju mundur di depan pintu, dahi saya tak henti berkeringat padahal ruangan begitu sejuk, saya gigit bibir bawah saya yang sedikit gemetar, tapi akhirnya saya beranikan juga melangkah ke dalam. Saya taruh berkas bab satu beserta surat pengajuan untuk melakukan skripsi. Dosen-dosen yang sedang mampir di ruangan, menatap saya tajam. Mereka berpikir saya sedang bercanda.

“Bagaimana mungkin seorang Dzalika bisa mengajukan skripsi?”

Begitu kata beberapa dosen. Saya hanya tersenyum menaggapinya. Ah, saya tahu saya mampu. Omongan dosen tidak seberapa dibandingkan dengan teman-teman dan adik kelas yang berkata kurang lebih seperti ini; “Masa’ sih udah ngajuin? Tampang kayak Uni mah lulusnya tahun depan,” atau, “Uni kan pemalas, kerjanya twitter-an mulu, masa udah skripsi?”

Ah, lelucon yang sama sekali tidak mampu membuat saya tertawa.

Sekarang ini, saya tak peduli dengan teman-teman (seangkatan) saya yang berdiskusi tentang pahit-manisnya dosen pembimbing mereka, tentang bab dua, tiga, tentang judul buku-buku yang menjadi referensi, dan entah apa lagi yang mereka bicarakan di grup, saya kadang tak mau dengar. Biarlah saya berjalan sendiri, memisahkan diri sendiri, dan menyelesaikan semuanya seorang diri. Perjalanan saya memang lambat, tapi ini baru permulaan. Tidak mau tahu seberapa cepat teman-teman saya berlari : bolak-balik ke kampus untuk mengumpulkan revisi, kemudian update status di bbm atau medsos “alhamdulillah bab bla bla bla kelar” , kemudian berdiskusi lagi, menanyakan referensi lagi, dsb. Apa enaknya sih, buru-buru? Biar lambat, saya akan tetap berjalan, tak perlu berlari. Slow but sure, tidak masalah, kan?

Ah, ada yang membuat perut saya mulas minggu ini; Mengetahui bahwa dosen pembimbing tidak sesuai dengan apa yang saya tulis. Tapi, batin saya menekankan bahwa, bukankah orang macam saya itu berani menerima tantangan, dan sanggup keluar dari zona nyaman? Sebaiknya saya ucapkan terima kasih, karena dosen pembimbing ini bisa jadi baik untuk saya. Bismillah, saya tahu saya bisa. Saya akan melewatinya.

Silakan lihat Skripsi : Minggu Pertama

Advertisements

3 thoughts on “SKRIPSI : Minggu Kedua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s