Tentang ‘Me Time’ Saya

Yth, Anda.

Saya tidak kabur. Apalagi lari dari kenyataan. Juga tidak menghindar dari masalah. Saya hanya butuh ‘Me Time’ setelah sekian lama woro-woro di kehidupan orang lain. Saya butuh istirahat setelah semua deadline mengejar tanpa ampun. Dan seminggu kemarin-lah waktu untuk saya. (Dua hari sebelumnya memang (masih) mengurus ibu, sehingga harus mengurangi intensitas dengan ponsel).

Mulai rabu kemarin saya susah dihubungi. Senin ini, izinkan saya menjelaskan semuanya.

1.) Saya menghilang dari pencarian Anda.
Ya, pada hari itu saya berbicara dengan banyak orang sampai (tanggal 4-5) tidak tidur sejam pun karena sibuk berdiskusi. Anda tentu tahu, tak sopan bermain ponsel ketika sedang berbicara dengan orang lain secara face to face. Dan lain hari (tanggal 6-7) saya terpaksa tidur di dalam mobil, dan memarkirkannya di pinggir jalan Lembang. Membiarkan kaki tertekuk dan telinga kebisingan mendengar suara klakson mobil. Paginya saya beserta teman-teman terbangun dan saling melempar senyum satu sama lain, sarapan seadanya. (Anda jangan tanya mengapa kami tidak terlihat sengsara, karena bahagia itu sederhana). Saya membiarkan kulit tubuh menyerap polusi yang ada di Bandung, menyuruh lambung mencicipi makanan yang tidak ada di kota tempat tinggal saya. Memaksakan kaki menyusuri toko-toko yang berjejer di tanah yang dulunya menjadi kota lautan api. Saya mengabaikan semua dering yang muncul dari ponsel. Entah grup whatsapp, chat (personal) whatsapp, gtalk, line, bbm, sms, juga twitter. Termasuk menutup surel rapat-rapat. Saya butuh sendiri, menjernihkan pikiran saya yang carut-marut. Saya tidak berniat mematikan ponsel, tapi bayangkan saja, bagaimana mungkin saya bisa membalas pesan Anda ketika baterai sudah 8% dan tak ada stop-kontak sama sekali dalam mobil? Tentu saya sadar kalau sikap yang menghilang ini membuat dampak buruk bagi orang lain. Karenanya, dari hati yang paling dalam dan setulusnya, saya minta maaf karena seminggu kemarin tidak ada saat Anda butuh. Kalau Anda kesal, mungkin karena Anda belum pernah merasakan bahwa ‘Me Time’ itu sangat penting.

2.) Sebentar. ‘Me Time’ yang saya maksud bukan sendirian.
Saya melakukan ‘Me Time’ dengan orang-orang yang saya cintai. ‘Me Time’ saya bukan berfoya-foya. Hanya berusaha mencari kegiatan lain dan keluar dari aktivitas sehari-hari. Saya (cukup) puas selama empat hari kemarin dapat memanjakan diri tanpa harus mengeluarkan banyak uang (sebenarnya banyak, tapi anggap saja dikit, toh itu hasil tabungan dua bulan). Kami menelusuri mall-mall yang ada di Bandung, mengomentari hal-hal aneh, mendatangi satu taman ke taman lain, menyanyikan lagu yang kami dengarkan melalui salah satu siaran radio, dan mengunyah camilan sepanjang jalan. Kami seperti berada di Safari yang harus terkurung dalam mobil sepanjang kunjungan. Tapi saya suka, bahagia, berkesan, dan itu semua menjadi kesenangan tersendiri. (Terima kasih banyak untuk keluarga baru @dedenIHK @AwandaWisnuAji @qqnunki @utetnasution @selvisinta @ulfhadeutchland yang sudah ‘menculik’ saya. Tanpa kalian, liburan saya akan terasa sangat biasa. Terima kasih sudah menganggap saya seperti bagian dari kalian).

3.) Saya masih sulit dihubungi keesokan harinya (tanggal tujuh).
Hari itu saya habiskan bersama sahabat saya dari komunitas Blogger. Sebagai sesama admin, banyak sekali yang kami bicarakan mengenai permasalahan yang ada di ranah sosial media. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dia yang menjelaskan banyak hal, memberi pandangan hidup secara langsung, dan membuat saya begitu termotivasi. Wawasannya luas, dan ia pintar berkomunikasi, sehingga perbincangan kami tentang pekerjaan tidak menjemukan. Saya malu sebetulnya bertemu teh Dewi. Obrolannya membuat saya sadar bahwa selama ini saya sia-sia menulis. Saya akan memperbaiki semuanya ketika saya kembali ke aktivitas sehari-hari. Terima kasih untuk teh @MahadewiShaleh yang tidak pelit ilmu dan saya cocok sekali berteman dengan Anda.

4.) (Saya masih tidak bisa membuka ponsel),
Sebab saya bertemu Onty @i_am_boa dan mengobrol lima jam tanpa jeda. Mungkin saya harus sering mengunjungi Onty ke Bandung agar bisa berbincang lebih lama.

5.) Last but not least, (hari terakhir di Bandung) saya menghadiri acara gathering #30HariMenulisSuratCinta dan mematikan ponsel saya (dengan sengaja). Ini di luar rencana, yang kemudian terealisasikan. Saya bertemu dengan dua orang yang memang saya kagumi sejak lama. Saya berharap sekali bisa bertemu dua orang ini lain waktu. Mereka berdua mengembalikan semangat saya secara tidak langsung. Saya tidak akan cerita tentang mereka, biar kenangan ini saya yang tahu dan saya akan tutup rapat-rapat agar semangat dari mereka tidak cepat menguap.

6.) Kemudian saya kembali, saya pulang.
Membawa semangat yang lebih banyak, energi yang lebih besar, emosi yang lebih terjaga, dan pikiran yang lebih jernih. Saya akan (mencoba untuk) selalu ada ketika Anda butuh. Anda boleh bilang saya menyebalkan, PHP, menjengkelkan, dll. Tapi jangan bilang saya tidak peduli dan menghilang dari Anda. Saya hanya sedang berlibur dan mari kita selesaikan semua pekerjaan kita bersama-sama.

Semoga penjelasan ini dapat Anda terima. Sekian, dan terima kasih.

Warm regards,
Uni.

p.s (1) : tulisan ini khusus dibuat untuk @jungjawa , teman kerja (paling tidak sabaran) yang sedang sibuk-sibuknya mengurus ini-itu, sendirian.

p.s (2) : lebih baik kurangi mengonsumsi kopi atau emosionalmu tidak akan stabil.

Advertisements

2 thoughts on “Tentang ‘Me Time’ Saya

  1. HAHAHAHAHAHAHAHAHAH
    Oke laugh first is in need.
    Believe it or not coffee is dangerous for those who can’t stand still on the ground.
    Katanya, orang yang gak pernah kerja gak tau enaknya liburan, dan orang yang gak pernah liburan gak akan pernah tau enaknya liburan. Dan aku pernah merasakan keduanya. So please Arif, take your time.

    Uni dih itu~ nomor 3nya hahaha *kabooooorrrr*

  2. Kalau saya mah tiap saat susah dihubunginya. I’m a lazy texter. I read a text and I forget to even reply. If I text you 24/7 then you must be special. đŸ˜€
    Hobi saya me-time aka uzlah aka semedi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s