Saya Sudah Sembuh

Uhm, well… selamat sore.

Awalnya saya sedikit ragu menulis ini. Sempat terpikir untuk menyatakannya langsung di pesan Whatsapp, tapi saya urungkan. Sebab bisa saja, suatu hari terhapus (atau kamu menghapusnya) dan kata-kata saya akan segera terlupakan. Jadi, saya putuskan untuk menulisnya di sini, agar setiap kali kamu ingin membacanya, kamu bisa membuka surat ini.

Sebelumnya, terima kasih. Secara tidak langsung kamu telah membantu saya keluar dari masa lalu, membuat saya melupakan hal-hal bodoh. Secara langsung kamu pun menjadi sumber inspirasi untuk beberapa hal. Mungkin di awal-awal bulan saya menekan tombol follow akun-mu, kamu merasa sangat risih. Iya, risih dengan saya yang (seolah) menguntit kehidupan kamu. Sebenarnya tidak begitu maksud saya.

Saya butuh kegiatan memikirkan orang lain, agar pikiran yang lama terlupakan. Dan Cicik mengenalkan kamu pada saya. Tentu saja kamu bukan pelarian, bukan. Kamu hanya orang baik yang dengan semua tulisan-tulisanmu, membuat saya merasa beruntung mengenal orang sepertimu. Untuk sebagian orang (mungkin termasuk kamu) menganggap saya berlebihan. Tapi, bukankah kadar kuatnya hati setiap orang berbeda? Dan ternyata hati saya tidak pernah kuat menghadapi kehilangan.

Jika boleh jujur lebih jauh, saya kembali ucapkan terima kasih karena foto-foto kamu nyaris memenuhi gallery ponsel saya, menggantikan foto lama yang penuh kenangan. Oh, seharusnya sudah saya hapus foto dia, dan juga foto kamu. Saya tak berhak mengoleksinya, bukan?

Soal buku Kata Berdansa yang ada di kamu, masih disimpan? Memberikan buku itu insiatif Cicik, pun saya tidak punya maksud terselubung. Pesan saya sekarang, tak perlu baca cerpen bagian saya. Bagian saya jelek sekali dan saya berjanji akan membuat yang lebih baik, agar kelak, jika lain waktu kamu ingin membaca cerita lain punya saya, kamu tidak akan kecewa.

Oh ya, saya dapat kabar dari Cicik, kamu berhasil mendapatkan GPA nyaris sempurna, benar? Selamat ya, pertahankan atau tingkatkan nilai tersebut 🙂 Saya saja yang sudah sampai semester akhir, belum pernah mendapat GPA sebesar itu 😀

Setelah membaca surat ini, jika memang kamu mau, kamu boleh unfollow saya dan silakan hapus dm-dm dari saya. Toh, kamu sudah sukses menyembuhkan saya dari luka lama. Saya sudah sembuh dari rasa patah hati, walaupun untuk memulainya lagi, saya belum bisa. (Oh geez, ternyata ini sudah dua tahun dan saya baru sembuh!). Berarti sudah berakhir juga kan urusan saya ke kamu? Kecuali, kalau kamu mau menaikkan status kita menjadi teman, bukan lagi sebagai Uni si followers kamu yang-susah-sekali-lupa-dari-masa-lalu. Saya akan sangat senang untuk hal tersebut.

Terima kasih, Ochoy. Sekali lagi terima kasih. Teruslah menjadi orang yang bermanfaat. Semoga hidup kamu bahagia :’)

Advertisements

5 thoughts on “Saya Sudah Sembuh

  1. Huaaa uni! Saya speechless baca surat ini! Hahahahha!

    Sebelum nya terima kasih atas segala apresiasi tentang kehadiran saya di lini masa uni dengan segala twitt2 saya & tulisan saya di blog..

    Mungkin jika saya tidak atau belum mengenal orang secara langsung atau saya yang berkenalan langsung saya akan cuek..

    Tapi kalo udah deket mah asik kok hahahahaha! Tanya aja cicik!

    Awalnya ya agak risih karena saya tidak terlalu kenal uni , tapi seiring berjalan waktu saya menganggap uni teman yang baik di social media.

    Saya menganggap uni bukan hanya follower kok hahahahaha udah saya anggap teman.

    Tapi suatu saat semoga bisa ketemu dan ngobrol2.. Semoga selalu bisa berteman gak hanya di dunia maya tapi nyata!

    Terima kasih uni untuk segala apresiasi dan surat ini!

    Terharu :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s