Ih, Lelang Amal?

Sebelum lanjut membaca, saya turut berbelasungkawa atas terjadinya bencana alam di beberapa kota di Indonesia, di awal januari ini. Semoga semuanya tabah, sabar, dan semakin mendekatkan diri kepadaNya. Amiin.

Bencana yang terjadi bulan lalu membuat sebagian (mungkin banyak) pihak kehilangan fasilitas sandang pangan papan. Dan saya pribadi merasa senang sekali ketika melihat saudara-saudara yang tidak terkena musibah, mau sukarela membantu sesama dalam bentuk ril maupun materi. Bahkan, sekarang ini banyak sekali bantuan yang datang tidak hanya dari dunia nyata, tapi mereka dari teman-teman dunia maya yang ternyata memberikan aksi secara nyata. Dengan apa? Lelang amal.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan teman-teman se-jagat twitter. Namun, di sini saya akan memfokuskan pada lelang amal yang dilakukan oleh akun sosial @bookaholicfund . Mereka melelang satu (atau lebih) sebuah buku yang kemudian para followers akan menyebutkan jumlah nominal demi mendapatkan buku tersebut. Uang yang didapat dari hasil lelang, sepenuhnya akan di donasikan (melalui ACT) kepada yang membutuhkan. Untuk bulan kemarin, mereka memberikan kepada Sinabung dan Manado. Menurut saya ini menarik. Sebab banyak orang yang berlomba-lomba menyebutkan angka dalam jumlah banyak, bukan sekadar ingin mendapatkan buku lelang. Tapi mereka beramal, bersedekah melalui akun tersebut. Saya sempat memantau salah satu lelang sebuah buku yang mencapai angka satu juta rupiah. Subhanallah, mereka berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabiqul khairat. :’)

Tapi, kegiatan yang positif sekali pun bisa mendatangkan pemikiran negatif. Sebenarnya, apakah lelang amal diperbolehkan? Bukankah jadi riya? Bukankah amal seharusnya diam-diam saja? Pertanyaan ini juga disambut dengan beberapa komentar di Twitter.

image

“aku gak setuju lelang utk amal, mengeliminasi yg lain & mengaburkan keikhlasan… tp memang org2 suka aneh2.”

Wah, komentar di atas sebenarnya aneh, menurut saya. Membantu untuk sesama, apa salah? Mengaburkan keikhlasan? Kita sebagai manusia tahu apa soal ilmu ikhlas? Wah, urusan ini merembet ke agama, sepertinya.

Saya akhirnya memutuskan untuk berdiskusi dengan seorang sahabat yang sedang berada di Sudan. Setelahnya, saya yakin bahwa lelang amal tidak salah, karena teman saya mengatakan bahwa, sebaik-baiknya kebaikan itu yang lebih besar manfaatnya dan lebih cepat dilakukannya, dalam artian, jika lelang amal cepat menghasilkan dana untuk disumbangkan, itu sah untuk dilakukan. Diskusi kami pun terus berlanjut;

Saya : Ini juga sebagai ajang pamer nggak sih? Kalau lelang gini kan kelihatannya orang pada punya banyak duit, pamer harta gitu.

Dia : Hmm ajang pamer di mana nya? Kalo menurut orang lain lelang amal itu pamer, justru mereka yang suudzhon. Bahkan dalam Al-Qur’an juga dianjurkan sedekah tidak hanya diam-dia saja, bahkan terang-terangan pun dibolehkan. Yang penting orang yang bersedekah itu menjaga hati, karena… orang yang sedekah sembunyi-sembunyi dia bisa kena ujub (bangga diri) dan orang yang sedekah terang-terangan bisa kena riya. Oh ya, dalam agama islam pun, lelang juga di bolehkan.

Saya : Tapi soal keikhlasan, gimana nih? Katanya sih kalau uangnya yang sudah di dapat, akan segera didonasikan dan jelas pembukuannya. Tapi tetap aja, mengaburkan keikhlasan nggak sih?

Dia : Orang yang bilang lelang bisa mengeliminasikan ikhlas itu, patah sama dalil Al-baqoroh 274 “Mereka yang menginfakkan hartanya di siang maupun malam secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan maka mereka mendapatkan pahala di sisi Allah…”

Saya : Wah, opini mereka patah semua ya. Tapi bentar. Ini, ada lagi komen seperti ini. Menurut kamu, bagaimana? Saya agak risih tapi iyasih, buku lelangnya bukan buku baru. Tapi, salah ya?

image

“mau ikutan lelang #BFG tapi bukunya jelek-jelek, tar jatohnya ga ikhlas nyumbang…”

Dia : Wah, nggak nyambung banget buku jelek sama urusan nggak ikhlas. Ahh lagipula, inti dari lelang ini kan sedekahnya, biarkan saja mereka berkomentar apa pun, yang paling penting niat kita-nya benar dan memang muamalah lelang dibolehkan dalam agama. Kalau dalam agama dibolehkan, kenapa harus memusingkan gunjingan orang? Dan yang paling pentingnya lagi kita bersedekah.. bukan berkoar-koar tanpa dalil.. Opini nggak selamanya harus ditampung kok. Lebih baik ikutan lelang amal daripada sibuk komentar tapi nggak beramal.

Saya : Serius ini sah? Ada juga loh, komentar seperti ini “kebaikan sekaligus gagah-gagahan ya, program begitu hanya untukk yg punya uang dalam jumlah masif, yang menang nanti namanya disebut-sebut” . Terus gimana menurutmu?

Dia : Iya sah.. patah semua tuh opini-opini mereka. Masih ragu? Buka foto ini ya, baca, dan pahamin baik-baik.

image

Dia : Lelang amal saja sudah diterapkan sejak zaman Rasulullah, kenapa di zaman sekarang malah dipermasalahkan? Lakukan saja, selama tujuannya baik. Bukankah semua agama mengajarkan kebaikan?

Hmm. Diskusi ini membuat saya yakin, kalau apa yang dilakukan tim @bookaholicfund bukannya hal buruk. Semoga semua kru bisa terus menebar kebaikan dan memberikan manfaat untuk sesama. Jadi, masih ragu?

Oh iya, bocoran sedikit, ini nama orang-orang yang ada di balik akun sosial tersebut. Saya tuliskan, agar pembaca tahu, bahwa program ini jelas, sekali pun mereka datang dari dunia maya.

*Koordinator Umum*
Anastasye Natanel | @naztaaa (ketua)
Uni Dzalika | @unidzalika (wakil)
*Sekretaris*
Indah Lestari | @indtari
*Bendahara*
Putri Widi Saraswati | @siputriwidi
*Koordinator Lelang*
Momo DM | @momo_DM
*Penanggung Jawab Lelang*
Petronella Putri | @Kopilovie
Rido Arbain | @ridoarbain
Komang Ayu Kumara Dewi | @ManDewi
Ratna Rara | @_raraa
*Koordinator Proyek Menulis*
Carolina Ratri | @RedCarra
*Penanggung Jawab Cerita Pendek*
Ahmad Muiz | @aa_muizz
*Editor Cerita Pendek*
Sulung Lahitani | @sulunglahitani
*Tim Seleksi Cerita Pendek*
Harry Irfan | @nafriyrrah
Nina Nur Arifah | @noichil
*Penanggung Jawab Puisi*
Windri Fitria | @cappucinored
*Penulis Puisi*
Putra Zaman | @poetrazaman
Danis Syamra | @danissyamra
*Promosi*
Bellazoditama | @bellazoditama
Bety Sanjaya | I_am_BOA
Ninda Syahfi | @nindasyahfi

P.s : tulisan ini dibuat dari sudut.pandang sebagai followers @booksaholicfund , sekaligus menjadi review atas diskusi yang dilakukan.

Advertisements

2 thoughts on “Ih, Lelang Amal?

  1. Jaman nabi juga pernah semacam lelang amal juga kok, pas perang badar kalo gak salah.. pas itu Rasul minta sahabat buat infaqin hartanya buat bekal perang, trus umar dateng lalu bilang “Saya infaqkan setengah dari harta saya untuk kaum muslim”.. habis tu dateng Abu Bakar bilang “Ya Rasul, saya infaqkan semua harta saya untuk kaum muslim” kemuadian semua sahabat terkagum2 *kurang lebih kisahnya demikian*

    perkara niat ikhlas gak ikhlas itu urusan Allah, urusan kita mah mau infaq atau nggak infaq, gitu aja 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s