Kenangan Manis yang Tak Lagi Manis

Saya lupa hal-hal romantis itu seperti apa. Salah satu hal romantis yang pernah terjadi pada saya adalah dua tahun lalu, yaitu percakapan antara saya dengan dia yang membuat saya sampai sekarang masih saja tersenyum sendiri jika mengingatnya. Padahal sekarang ini, di antara kami sudah tidak ada apa-apa.

Saat itu waktu senja hampir habis, sementara saya dan dia masih disibukkan dengan segunung aktivitas kampus di mana dia dan saya sama-sama memiliki acara di fakultas masing-masing. Lalu, untuk menghilang kepenatan, saya mengirim sebuah pesan yang kemudian di balas olehnya. Setelah itu saya tidak lagi membalas. Sebab saya speechless. Saat itu dia berpikir bahwa saya marah, bahkan untuk sekarang, mungkin dia sudah lupa dengan ucapannya itu. Tapi saya akan selalu mengingatnya.

Begini pesan kami :

Saya : Hey, I love You for A thousand Years.
Dia : Oh ya? Thanks. And I love you for forever.

Selesai. Simple yet romantic. Percakapan itu mampu membuat kebahagiaan saya yang runtuh bangkit kembali. Membuat saya yakin bahwa akan ada orang yang terus mencintai saya selamanya, entah itu dia atau bukan. Membuat saya kuat dan percaya kalau saya tidak akan pernah sendirian.

Saya ingat lagi satu hal. Dia tidak pernah memanggil saya dengan sebutan “sayang” “say” “beib” “yank” “mih” dsb, membuat saya justru geli mendengarnya dan dia pun enggan menyebut panggilan itu. Sebenarnya, andai saja di tahu saat itu, atau andai saja dia baca tulisan ini, sesungguhnya, satu-satunya panggilan yang paling saya sukai adalah, ketika dia memanggil saya dengan sebutan “kamu” . Dan sayangnya panggilan “kamu” dari dia bisa dihitung dengan jari :))

Kenangan ini cukup untuk dikenang saja, toh kenyataannya kami sudah berada di jalan masing-masing. Tapi nggak ada salahnya kan, mengingat kenangan manis? Meskipun semuanya sudah tidak lagi manis. :))

Intinya, cintailah dengan tulus orang yang kamu sayangi, dan cintailah selamanya, bukan sekadar seribu tahun. Juga, panggil-lah orang lain dengan sebutan yang mereka sukai 😀 selamat malam!

Advertisements

6 thoughts on “Kenangan Manis yang Tak Lagi Manis

  1. Sekali lagi Tulisan di atas menunjukan bahwa ajaran Nyokap gue ke adek gue yang Cewek benar :)) ama Ajaran Islam benar,yaitu jangan Pacaran,tapi “Taaruf” aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s