Cinderella dan Ibu Peri

Pernah dong, dengar cerita dongeng tentang putri Cinderella yang ingin pergi ke pesta tapi tidak punya pakaian yang layak dikenakan. Lalu datang seorang ibu Peri yang menyulap pakaiannya menjadi cantik dalam sekali kedip dan Cinderella pun bisa pergi ke pesta lalu bertemu sang Pangeran.

Begitu pun dengan yang saya alami beberapa hari kemarin. Saya seperti Cinderella yang membutuhkan pakaian pesta. Lebih tepatnya, pada pernikahan sahabat saya tanggal empat kemarin. Dia memberikan saya kain mentah untuk diolah menjadi pakaian yang modelnya bisa disesuaikan dengan kemauan saya. Lalu saya memberikan bahan tersebut ke ibu saya dan memperlihatkan model yang saya inginkan. Kemudian saya tidur. Esok paginya, Pakaian tersebut jadi sesuai dengan inginnya saya. Saya sungguh takjub dengan kemampuan ibu saya yang bisa bekerja dalam sekejap. Cekatan tanpa mengurangi kualitas.

image
(Saya sebagai pembawa acara, sedang di tengah panggung sebelum prosesi akad nikah berlangsung)

image
(Sahabat-sahabat yang menjadi pengiring pengantin)

Saya hanya mendapat bahan satu setengah meter dan ibu saya mampu membuatnya menjadi rok dan blazer untuk saya. Meski pun kerja dikejar deadline, ibu saya puas, saya pun senang. Saya kemudian berpikir. Kelak ketika saya menjadi orangtua, apakah saya bisa menjadi orangtua seperti ibu saya, orangtua yang bisa menyediakan apa pun yang diinginkan anaknya? Saya rasa belum bisa. Dan saya yakin, tidak semua orangtua bisa seperti ibu saya.

image

image

(Dua sahabat yang ada di sebelah saya, juga menjahit di ibu saya. Senangnya bisa memakai model yang kami inginkan)

Iya kan, seperti Cinderella yang dalam sekejap mendapat pakaian bagus untuk dikenakan. Saat itu saya tidak peduli saya cantik atau tidak, make up saya pas atau tidak, yang paling penting adalah semua orang yang melihat saya memuji bahwa pakaian saya bagus.

Memang benar bahwa tidak ada orangtua yang sempurna, tapi selalu ada orangtua yang berusaha menyempurnakan kehidupan anak-anaknya. Dan ibu saya salah satunya. Sempurna sudah hidup ini karena ibu saya tidak pernah membuat saya kekurangan suatu apa pun. Saya selalu merasa tercukupi bahkan lebih. Alhamdulillah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s