Mesin Waktu Memang Ada

Bagi kita, mesin waktu bisa dilihat dalam film kartun Doraemon, di mana jalan menuju masa depan atau masa lalu ada di laci meja belajar Nobita. Atau, mesin waktu juga bisa dilihat melalui salah satu sinetron beberapa tahun yang lalu, yang di perankan oleh Dedi Mizwar dkk. Sebenarnya adakah mesin waktu? Menurut saya, tidak. Tapi saya sering merasakan terlempar ke masa lalu atau berada di masa depan entah dalam keadaan siap atau tidak.

Mesin waktu saya, berada di dua tempat : kamar mandi, dan kamar tidur.

Allah berfirman: ” Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui” (QS 23:114)

Waktu itu berputar cepat. Kenapa saya katakan saya punya mesin waktu? Ini serius. Saya sering sekali masuk ke kamar mandi pukul lima dan tanpa sadar suda pukul delapan pagi. Padahal yang saya lakukan di dalam hanya mandi, sabunan, cuci muka, sikat gigi, handukan, selesai. Lalu kenapa bisa selama itu? Jawabannya pun saya tidak tahu. Saya merasa ketika memasuki kamar mandi sama artinya dengan masuk mesin waktu menuju masa depan. Saya selalu memikirkan matang-matang sebuah ide, gagasan, inovasi, dan planning hidup, ketika saya dalam perjalanan menuju masa depan. Itulah alasan mengapa saya lama sekali di kamar mandi, terlalu banyak berpikir. Mendengar suara air dan curahan air yang jatuh di atas kepala membuat saya berpikir jernih dan ketika keluar daro kamar mandi, saya sudah siap menghadapi masa depan saya.

Lain dengan kamar tidur, tempat ternyaman yang dapat membuat tubuh istirahat. Di sini lah, mesin waktu saya menuju masa lalu. Mimpi-mimpi saya tumbuh dari masa lalu, penuh dengan orang-orang yang hidup di masa lalu saya, dan berdiri bangunan-bangunan kokoh yang pernah saya datangi di masa lalu. Saya seakam kembali ke masa lalu, menyaksikan apa saja yang pernah saya perbuat dan sekelebat potongan-potongan masa lalu tak pernah alpa dari mimpi saya. Sehingha, ketika terbangun, saya sadar. Hal buruk yang pernah saya lakukan di masa lalu tidak boleh terulang di masa sekarang, dan hal positif yang saya lihat di masa lalu saya akan menjadi pegangan saya untuk terus menggunakan hal positif itu di masa sekarang.

Hidup itu memang singkat sekali ya. Kita terlalu terlena dengan keindahan dunia, terlalu sibuk dengan aktivitas rutin setiap hari, dan terlalu angkuh menyisihkan sedikit waktu untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Terlalu berambisi menjadi orang sukses, sampai tidak sadar, sebenarnya hidup kita hanya sebentar, begitu singkat. Lupakan dngan angka pada usia kita, 25, 30, 45, 60, 80, atau 100 tahun, usia hanyalah angka. Usia kita semua di bumi ini sama : singkat, dan tidak abadi.

“Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka.” (QS: 35:15, 4:170)

“Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah.” (QS 74:7, 52:48, 39:1­0).

“Satu Setengah Jam” sebuah perjuangan yg teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah. (QS 9:72, 98:8, 4:114).

Bahkan dalam kitab suci dikatakan “satu setengah jam” saja hidup kita di sini. Masihkan kita mau hidup secara percuma?

Kalau saya… Ah, masa lalu saya begitu sempurna dan masa depan saya (hampir) begitu matang. Saya mau di masa sekarang hidup apa adanya, hidup karenaNya, hidup untukNya, hidup atas rido dan seizinNya. Biar tidak percuma sisa hidup saya di dunia ini.

Jadi, bicara soal mesin waktu, saya pikir kita semua cerdas dan tahu waktu terus berjalan tanpa pernah melambat atau mempercepat. Waktu selalu berputar pada porosnya. Tapi, mesin waktu untuk memutar masa lalu itu ada, dan mesin waktu untuk melihat masa depan juga ada, dengan cara visualisasi semua planning hidup kita. Masalahnya, ada di mana letak mesin waktu tersebut, hanya Anda yang bisa mengetahui di mana mesin waktu Ada tersimpan.

Advertisements

3 thoughts on “Mesin Waktu Memang Ada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s