Ini tentang Kamu

Tiba-tiba, saya kepikiran seseorang yang sangat baik di mata saya. Eh, ini bukan fiksi ya, cerita ini pengalaman pribadi saya dan semoga kita semua yang membacanya, mendapat manfaat.

Ini tentang dia.
Tidak butuh waktu lama untuk mengenalnya. Seorang teman lawan jenis yang seusia saya, dan kami dipertemukan dalam satu persoalan, saat dia datang ke fakultas saya. Di sanalah kami berkenalan dan selanjutnya mulai basa-basi untuk menghilangkan gengsi.

Pertemuan berikutnya, dia melihat saya sedang membaca tulisan tangan seorang teman dan dia berkata bahwa dia tidak pernah percaya dengan kemampuan indra keenam atau sejenisnya. Lalu saya mulai membocorkan tentang salah satu sifatnya. Dia sedikit terkejut karena saya tahu. Saya katakan padanya, kemampuan seseorang dalam membaca karakter bukan dari indra keenam, tapi merupakan ilmu jiwa.

“Kalau gitu, besok kita harus ketemu, saya mau tau seberapa jauh kamu bisa membaca karakter saya.” Katanya menantang. Saya mengangguk, setuju.

Esoknya kami bertemu, dan saya membeberkan semua sifat baik buruknya, sifat kelemahan dan kelebihannya, saya bongkar tentang masalah hidupnya, saya baca garis tangan dan kontur wajahnya, saya berhasil membuat dia terdiam dan akhirnya mengakui kalau apa yang saya beberkan hampir sepenuhnya benar. Lagi, saya hanya tersenyum.

Sejak itulah kami bertemu sesekali, mulai berdiskusi, saling mengawasi, tak sungkan memberi solusi. Semakin dekat pertemanan kami, sampai-sampai kami mempunyai kenangan yang hampir melebihi panjang dan luas nya sungai Musi. Sejak itu pula saya tahu bahwa dia mempercayakan saya dalam segala urusan.

Dia baik. Terlalu baik sepertinya. Dia memperlakukan saya seperti seorang putri dan saya menikmatinya. Entah apa memang seperti itu sifatnya, atau memang begitu ke semua wanita, atau hanya kepada saya, oke ini kegeeran!, atau karena dia sudah merasa dekat dengan saya. Rela mengantar saya ke suatu tempat, di  pagi buta. Rela menemani saya pulang tanpa saya minta. Rela menemui saya ketika saya meminta. Rela telinganya mendengar keluhan saya yang penuh derita. Rela memberikan tatapan matanya untuk menyimak gestur tubuh saya. Rela tangannya basah demi menghapus air mata saya yang tumpah. Rela merogoh dompetnya untuk menolong saya ketika membutuhkan dana. Dia seperti lirik lagu zaman saya kecil : “Selalu memberi, tak harap kembali” dan dialah, salah satu teman terbaik yang saya punya.

Tapi saya tidak mengerti. Ada saat di mana orang lain berharap dia tidak ada dalam hidup saya. Ada kondisi ketika teman-teman se-fakultas-nya tidak menyukai saya karena saya dekat dengannya. Ada masa ketika kawan-kawan lelaki saya berkata bahwa saya harus menjauhi dia. Semua komentar tersebut berasal dari satu permasalahan : bahwa mereka melihat hubungan pertemanan kami tidak beres.

Kenapa? Entah dia yang berusaha menutupi, atau saya yang tidak peka, atau sebenarnya kami biasa saja tapi orang lain menganggap ada yang lebih di antara kami. Memangnya kalau lebih, kenapa? Oke saya tahu ini tidak baik karena baik saya atau dia sudah saling ‘memiliki’ orang lain.

Terlepas dari itu semua, saya meyakini bahwa perlakuan dia (yang begitu menghormati dan mempercayai saya) sangat patut diacungkan jempol, dan saya menghargai itu. Semoga semakin banyak lelaki yang seperti dia, yang menghormati dan menyayangi semua wanita sebagaimana semestinya.

Hai kamu, yang jika sedang membaca ini. Setelah pertemanan kita selama dan sejauh ini, kadang saya jadi penasaran. Apa yang sedang dirasakan hati kamu ketika sedang bersama saya? Bisakah untuk kali ini saja, kamu katakan kepada saya, kenapa kamu berlaku sebaik itu, sementara saya tidak bisa sedikit pun membalas kebaikan kamu.
Terlepas dari gosip yang orang lain katakan, saya berharap kebaikan yang ada dalam diri kamu tidak pernah pudar.

Begitu pun dengan pertemanan kita yang tidak boleh usang.

P.s : Menyelesaikan tulisan ini sambil mendengarkan lagu (Kpop) K.Will You Dont Know Love.

Advertisements

9 thoughts on “Ini tentang Kamu

    1. Nyokap gue pernah bilang ama adik gue yang cewek (dia sekarang uda kawin,bentar lagi anaknya dua) ; “kau kalau cari laki-laki yang sayang sama kau,jangan kau yang sayang sama dia”. Maksud nyokap gue kalo si Cowoknya atawa si Lakinya lebih sayang ke si Ceweknya atawa Bininya (daripada si ceweknya atawa bininya),maka si Cewek itu akan bahagia.

      1. Wah, pesan nyokap nya bagus banget. Bakal diinget terus nih. Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan orang yang benar-benar sayang sama saya. makasih ya :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s