Ingin Menjadi Teratai

image

(A bunch of Roses. A pict was taken from here .)

Pernah saya bertanya pada beberapa teman, antara bunga Mawar dengan bunga Teratai, lebih pilih yang mana? Lalu mereka serempak menjawab,

“Bunga Mawar!”

“Kenapa?” Tanya saya. Jawaban mereka hampir sama,

“Soalnya Mawar cantik, simbol harmonis, berwibawa, anggun, harum, dan selalu terpajang di toko bunga.”

Hmm. Saya mengangguk. Kemudian mereka bertanya, memangnya saya suka apa? Jawaban saya berbeda dengan mereka semua. Saya pilih Teratai.

“Tapi Uni, Teratai itu bunganya nggak indah. Dan tumbuhnya di rawa-rawa. Nggak ada di toko bunga. Nggak bisa di pegang.”

Begitu komentar mereka. Saya tersenyum. Iya, bunga Teratai memang seperti itu. Bagi saya bunga Mawar memang cantik dan memesona, tapi kecantikannya berkurang ketika ada di toko bunga, sebab ia semakin mudah disentuh oleh banyak orang. Kita membiarkan hawa nafsu untuk memiliki kecantikan bunga Mawar dengan memetiknya, dan memajangnya di meja kamar. Saya punya banyak Mawar yang merekah di teras rumah, dan saya suka Mawar, selama batangnya masih di tanah. Jika sudah dipetik, dipajang, diperjualbelikan, saya sangat tidak suka.  Lain dengan Teratai yang sulit dijamah dan hanya dapat dilihat di rawa-rawa. Kita harus menahan nafsu untuk memilikinya, hanya bisa memandangi itu pun dari jauh.

Ketika Mawar ada di toko bunga dan bertemu dengan aneka bunga yang tak kalah cantik, bunga Mawar jadi terlihat biasa saja. Berbeda dengan Teratai yang ketika di rawa-rawa bersanding dengan ilalang dan tumbuhan liar, membuat bunga Teratai menjadi terlihat begitu istimewa. Memang, Mawar tumbuh di tanah subur dan udara tropis, sementara Teratai tumbuh di udara lembab dan kotor, berlumpur. Tapi lihatlah, ketika kedua bunga itu merekah, kita hanya sibuk memandangi keindahan bunga tersebut tanpa memikirkan dari mana asal bunga itu tumbuh. Tidak peduli masa lalunya.

(A beauty of Water lily. Was taken from here )

Teratai juga salah satu tumbuhan superhidrofob yang artinya, tak bisa tersentuh air. Ini menandakan bahwa Teratai bisa menerima air, tapi tidak menyerapnya. Jadilah seperti Teratai yang mampu menerima semua kritik dan masukan tapi tidak menyerap mentah-mentah kritik tersebut. Jadilah kita seperti bunga Teratai. Tidak peduli dari mana asal muasal kita, entah dari keluarga kaya raya atau keluarga sederhana, jadilah orang yang membanggakan lingkungannya. Jadilah orang punya karismatik dan dikagumi banyak orang. Jadilah seperti Teratai yang tidak mudah disentuh, tidak sembarangan dipetik, tidak asal dicium, tidak menebarkan pesona yang berlebihan. Jadilah sebagai orang yang hidup sederhana dengan pola pikir yang luar biasa, jadilah yang berbeda namun mempunyai kualitas hidup. Dengan cara apa?

Hanya Anda yang tahu.

Saya pun, sedang belajar akan hal ini.

P.s : Tulisan ini bukan bermaksud menjelekkan bunga Mawar, saya hanya memakai sebagai perbandingan. Bunga apa pun, semua bagus. Dan kepada Anda yang mengaku menyukai bunga Mawar, berhentilah membeli bunga di toko bunga. Biarkan ia tumbuh dan layu di atas tanah. Biarkan ia hidup lebih lama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s