HARI AHAD

((+1IBU pada HARI INI selama 1 jam))

Setting : Ibu, keponakan (abang), dan saya sedang menonton televisi.
Latar : Kamar tidur saya, sambil makan jagung rebus.
Setting waktu : pukul sepuluh kurang WIB.

Ibu : Ini hari apa?
Saya : Ahad.
Ibu : Oh. Tanggal?
Saya : 22.
Ibu : Oh.
Abang : Kenapa?
Ibu : Nggak ngerti, hari ini orang pada tobat kali ya, kok nangis-nagisan di tipi sambil pelukan sama ibunya.
Saya : ini hari ibu.
Ibu : Oh
Abang : Kita mah nggak ngerayain.
Saya : Oh.
*lalu hening*

——————————-

Tidak ada yang spesial bagi saya selain karena ini hari libur. Bebas ngulet jam berapa saja. Namun timeline twitter saya penuh dengan deretan kata-kata tentang ibu, dan wall facebook penuh dengan curhatan tentang ibu, serta instagram penuh dengan update foto-foto anak bersama ibunya. Satu lagi, tayangan televisi yang penuh dengan tangisan aktris karena membahas ibu. Oh. Ini hari ibu, rupanya. Saya dan keluarga tidak merayakan bahkan tidak ikut berpartisipasi sebab, hari ibu buat kami adalah setiap hari, setiap jam.

image

Sejujurnya, saya tidak pernah rindu dengan ibu saya. Lah, untuk apa rindu? Sebab ibu saya selalu ada kapan pun saya butuh, selalu ada di mana pun saya butuh, selalu ada di setiap saya butuh. Selalu ada sehingga saya tidak pernah merasa kehilangan beliau, jadi saya tidak pernah merindunya. Saya dan ibu sudah saling terpaut dalam ikatan batin. Tak perlu kangen-kangenan yang penting saling sayang. Tapi saya sebagai anak, jarang sekali selalu ada saat ibu saya butuh. Sebagai orang yang aktif bersosialisasi dan berorganisasi di setiap waktu, kesempatan saya bersama ibu tidak banyak. Tapi kami tahu kami saling membutuhkan, saling melengkapi, saling mengisi kekosongan dalam perjalanan hidup ini. Satu-satunya cara agar merasa bahwa ibu saya selalu menyertai saya adalah, dengan mengecup dahi serta kedua pipinya sebelum keluar rumah. Dan selalu mencium punggung tangannya ketika sampai di rumah. Dua hal tersebut membuat saya selalu sadar, bahwa saya harus pulang kerumah secepat mungkin. Dua hal tersebut adalah aktivitas rutin melebihi rutinitas sarapan saya. Dua hal itu, percaya atau tidak, mampu menambah energi postif sampai 300% .

image

Beberapa kerabat saya bilang, saya wanita independen yang tidak perlu bermanja-manjaan di depan laki-laki (Geez! Ini mungkin alasan kenapa saya jomblo), wanita mandiri yang bisa melakukan segalanya sendiri, wanita ‘easy going’ yang bebas melakukan apa pun sorang diri.

Benar, itu saya, tampak dari luar. Tapi sebenarnya saya jauh dari sifat itu. Saya tidak perlu bemanja-manja atau leyeh-leyeh pada laki-laki karena saya punya ibu, yang setiap hari selalu memanjakan saya. Saya seolah mandiri padahal di belakang saya, ada ibu yang selalu siap siaga. Yang mengenyangkan perut saya sampai tak perlu jajan di luar, yang membuatkan pakaian saya sehingga tak perlu belanja, yang menyediakan sandang pangan papan, dialah ibu saya. Saya bisa tidak perlu ditemani seseorang jika ingin kemana-mana karena ada ibu saya yang siap mendampingi. Begitu pun saya, yang sedang berusaha untuk selalu ada, walaupun saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah, minimal saya bsa menjadi pendengar setia ketika ibu saya butuh teman cerita.

image

Jadi, buat apa saya mengucap selamat hari ibu di hari ini? Ibu saya tidak butuh itu. Ibu saya hanya cukup melihat anaknya berbakti, melihat anaknya sukses, melihat anaknya menyayangi keluarga besar. Itu saja. Kalau pun saya disediakan waktu satu jam untuk bersama terus dengan ibu, hal yang saya lakukan adalah mengajak ibu saya pergi ke makam papa saya di Jakarta. Sehingga, waktu satu jam tersebut dapat kami habiskan untuk mendoakan papa dan kami bisa sama-sama belajar untuk lebih medekatkan diri dengan Tuhan.

Diikutsertakan dalam +1IBU pada HARI INI selama 1 jam. SEMOGA MENANG. AMIIIN!

Advertisements

One thought on “HARI AHAD

  1. Enaknya uni bisa selalu bedekatan dengan sang ibu, dan aku selalu iri sama mereka yang selalu bisa bermesraan dengan ibu mereka masing-masing. Yah, tapi apapun itu,, aku sayang ibu. Mudah-mudahan sayangku tidak akan berubah sampai aku menikah dan memiliki anak-anakku sendiri.
    Sukses uni lombanya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s