12 Tips Sebelum Membeli Buku

Hai. Apa kabar?

Kabar saya sehat secara fisik, meskipun saya sering kelelahan ketika pulang ke rumah, segera tidur. Membuat jadwal menulis di blog tidak teratur.

Kemarin ini saya sering menyempatkan diri bertemu dengan teman-teman. Kuliah hanya selasa s.d. kamis, sisanya bermain, ngobrol, diskusi ringan, sampai lupa waktu. Di saat-saat seperti itulah, mereka sibuk bertanya pada saya, bagaimana cara membeli buku yang bagus, karena sebagian dari kita ada yang kecewa ketika membelinya. Entah isinya kurang memuaskan, entah bukunya ternyata bajakan, entah kavernya menipu, dsb. Jadi, kali ini saya mau membahas 12 tips yang mesti kamu lakukan sebelum membeli buku. Namun saya tekankan, ini versi saya. Belum tentu versi saya sama dengan versi orang lain, kan.

image

1. KENALI BUKU BAJAKAN. Hal paling mendasar adalah, lihat kavernya. Yang asli warnanya lebih cerah ngejreng. Kemudian, lihat warna kertas dalam bukunya. Kertas buku biasanya berwana bewe (putih tulang), atau putih kusam, atau abu-abu cerah. Kalau yang warnanya agak abu-abu gelap, pekat, lebih baik jangan dibeli, itu bajakan. Tapi, buku bajakan nggak akan ada di Gramedia manapun. Kamu bisa ketipu mana asli atau bajakan kalau beli di stasiun, di toko kelontong, atau di toko buku setempat. Biasanya buku bajakan lebih murah 30% dari harga asli. Padahal buku tersebut belum mengeluarkan harga diskon dari distributornya. Nggak mau kan, ngeluarin uang cuma-cuma untuk barang bajakan? Dan kasihan dong, penulisnya yang udah capek2 mengutamakan orisinalitas dan anti di bilang plagiat, eh kita sebagai pembaca malah beli bajakan. Selain itu, buku bajakan cetakannya miring dan tintanya kabur. Kualitas super rendah.

2. PILIH GENRE BUKU. Ini penting juga buat kita yang mau membeli buku tanpa tujuan (nggak ada list mau beli buku apa), pertama kali lihat penempatan bukunya ada di jajaran mana. Apa psikologi, novel populer, teenlit, romance, thriller, pendidikan, reliji, sastra, dsb. Plus kalau saya, lihat siapa penulisnya. Lihat siapa penerbitnya (Gunanya untuk tahu apakah buku itu asal terbit atau memang berkualitas), Baca blurb-nya (tulisan yang ada di belakang kaver) apakah tertarik untuk kita baca, atau cuma kisah cinta segitiga berakhir sedih, dan lihat baik-baik model kavernya. Ada pepatah yang bilang : dont judge a books by the cover. Buat saya sih, penting men-judge kaver buku. Kalau unik, lucu dan eye catching, atau misterius, bikin saya mau mempunyai buku tersebut untuk di pajang di kamar. Seenggaknya, kalau isinya kurang memuaskan, kita nggak akan terlalu kecewa karena kavernya bagus.

3. BACA REVIEW SEBELUM MEMBELI BUKU. Saya pribadi, nggak pernah asal membeli buku. Karena ke toko buku jauh, dan harga buku mahal, saya nggak mau sia-sia. Jadi, sebelum berangakat, malamnya saya cek review di goodreads tentang buku yang mau saya beli. Atau cek di twitter tentang buku yang baru terbit. Atau minta rekomendasi teman mana buku yang bagus. Tujuannya jelas, biar nggak kecewa setelah beli. Memang, akan ada review lebay yang memuji berlebihan atau mengejek seenaknya. Tapi review seseorang jadikan referensi aja. Oh… Bukunya tentang itu… Oh tokohnya si anu… Oh minus plus bukunya gitu… Setelah itu beli deh. Baca, lalu review sendiri berdasarkan apa yang sudah kita baca.

4. CIUM KERTAS BUKUNYA. Hehehehe… Ini aneh, tapi sebelum membeli, saya selalu buka bukunya, lembarannya di buka dari belakang ke depan dengan ibu jari gitu. Nanti kecium aroma bukunya. Kalau enak (semacam bau tinta, bau AC ruangan, dan lem buku yang bercampur), pasti isinya bagus. Kalau bukunya bau (bau kertas lapuk, bau apak, dll) pasti nggak bagus. Saya enggan membeli. Ini stereotype sih, ya. Tapi saya memperlakukan semua buku yang saya beli seperti itu. Dan, memang buku yang harum isinya bagus-bagus. Contoh buku yang bau itu kayak buku pelajaran. Coba aja ciyum baunya, nggak enak 😀

5. HARGA MAHAL TAPI BUKU BEKAS. Jangan salah, zaman sekarang banyak kok (termasuk saya), yang setelah membeli, membaca kemudian menjualnya lagi. Kebanyakan orang-orang di Twitter, blog, dan fb, kami menjualnya dan mengaku buku tersebut second hand. Tapi, kita berbiacara kalau kamu beli buku bukan di socmed, bukan juga beli di Gramedia. Misalkan beli di suatu tempat, kamu mesti pintar-pintar memilih apakah itu buku baru atau second. Nggak apa beli second asal harga miring. So, jangan sampe ketipu. Buku baru selalu masih wrapped, atau berbungkus plastik. Masih mulus, dan tidak menguning. Tapi ada juga buku bajakan yang berplastik, jadi, lihat lagi cara mengenalinya di poin nomor satu.

6. BELI KAMUS. Ini tips khusus untuk kamu yang mau membeli kamus bahasa asing, bahasa ingris khususnya. Misalakan kamu butuh kamus pocket, belilah kamus yang penulisnya orang luar -yang sudah diterjemahkan oleh orang Indonesia. Jangan beli kamus yang penulisnya orang Indonesia. Oke, kita harus cintai produk lokal. Tapi kata dosen saya, untuk belajar bahasa asing, ada baiknya langsung belajar dari penutur yang asli. Sama halnya untuk buku pembelajaran cepat berbahasa inggris, beli yang conversation-nya buatan orang luar, bukan Indo. Caranya? Cek penerbit dan penulisnya . Kalau nama penulisnya mengecohkan kamu, cek daftar riwayat sang penulis. Cerdas memilih, lah. Ada banyak keterangan kok mana yang penulis Indo atau Foreign.

7. BUKU DISKON. Sering banget kita kebablasan beli buku pas ada bazar atau diskon gila-gilaan. Kakak perempuan saya suka sekali memborong buku. Ketika ke tempat bazar, budget kakak yang hanya sekian rupiah, belanjaannya bisa menjadi lima kali lipat dari budget ketika bertemu buku-buku. Gila, kan! :)) Saya nggak punya solusi untuk kasus ini. Karena bazar adalah momen langka, jadi silakan jajan sebanyak mungkin, asal dibaca, bukan sekadar beli. Paling saran dari saya, sisihkan uang sejak sekarang untuk menyambut acara bazar buku. Biasanya bulan Maret ada bazar besar di Istora Senayan. Kalau saya, karena di Bogor, acara bazar buku rutin setiap tahun di Botani Square sekitar bulan April.

8. BUAT CATATAN. Yah, meskipun di poin kedua sudah saya jelaskan, sepertinya membuat daftar sangat diperlukan. Catat buku apa yang mau kamu beli. Contohnya saya mencatat :

Punya semua buku Tere Liye

Dari catatan tersebut, setiap keluar buku baru bang Tere, saya sudah tahu mau beli buku apa.

9. Gabung di klub buku. Saling sharing, saling review, dan perbanyak relasi. Biar buku-buku koleksi kamu isinya bermanfaat semua. Saya punya bab-bab sendiri di rak buku, memisahkan buku terjemahan, buku novel, buku motivasi, buku kuliah. Jadi, kalau punya banyak genre dalam koleksi, insha Allah wawasan kita semakin luas dan bercabang. Selain gabung di klub buku, coba gabung di grup blogger. Biasanya, ada banyak rekomendasi bacaan bagus untuk kita. Coba follow @Warung_Blogger deh.

10. Bagaimana dengan orang yang nggak suka baca, tapi mau beli buku untuk hadiah? Nah kalau kasusnya begini, silakan sharing sama saya di komen blog atau mention @unidzalika . Nanti saya rekomendasikan jenis buku yang bagus untuk hadiah :)) soalnya kalau di tulis di sini banyak banget, dan setiap kesukaan orang kan berbeda-beda dalam membaca buku. Saya punya sederet list buku bagus, loh.

11. MEMBELI BUKU TEMAN. Maksudnya, rata-rata teman sekitar kamu pasti ada deh, satu dua orang yang sudah menerbitkan buku. Cobalah membeli bukunya, sebagai apresiasi atas karya dia yang sudah lahir. Pasti teman kamu senang kalau bukunya dibeli. Kalau pun nantinya kamu nggak suka buku itu, silakan hadiahi ke orang lain. Saling memberi buku nggak rugi kok.

12. FOLLOW PENERBIT BUKU. Kamu punya akun twitter atau fb? Manfaatkan dengan follow/add penerbit buku. Kamu bakalan dapet banyak info tentang buku yang baru terbit, kali aja kamu minat untuk beli. Ada banyak akun penerbit seperti @DivaPress , @De_Teens , @nulisbuku , @mama_editor , @stiletto_book , @GagasMedia , @Bukune , @MedpressFiksi , @WahyuMedia , dll.

Oke, selesai sudah tips dari saya. Besok saya beri tahu lagi tips merawat buku yang sudah di beli ya. Semoga bermanfaat! .

Salam,
Uni.

Advertisements

One thought on “12 Tips Sebelum Membeli Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s