Menjadi Pahlawan

image

( Gambar di ambil di sini )

Selamat 10 November 2013 !
Selamat memperingati hari Pahlawan Nasional di negeri Indonesia. Anda masih ingat sejarahnya?

Peristiwa 10 November mengingatkan saya pada Bung Tomo di Surabaya, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati dan berperan penting pada saat 10 november puluhan tahun silam. (Silakan lihat gugel untuk tahu sejarah beliau). Selain Bung Tomo, banyak juga orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia, mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia pada masa itu.

Kalau kata Wikipedia, Pertempuran saat itu, adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut menjadi suatu pertempuran terbesar serta terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia. Kemudian perang tersebut menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Padahal, sebelumnya di bulan agustus Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaan. Nah, nggak lama setelah itu kan Indonesia kedatangan pasukan Inggris, ada bentrok dan pelucutan senjata, ada kejadian di hotel Yamato, dan pada bulan oktober terjadi kesalahpahaman antara rakyat Indonesia dengan tentara Inggris, yang kemudian menyebabkan tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia (yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya). Kematian Mallaby akhirnya menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia.

Setelah itu, pengganti posisi Mallaby (saya lupa namanya) mengeluarkan ultimatum pada 10 November 1945 , meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA. Dari sini lah, terjadi baku tembak, serangan beruntun, sehingga banyak pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban peperangan. Kemudian hari itu dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Sampai di situ sejarah yang saya ingat.

Omong-omong soal Pahlawan, siapa Pahlawan dalam hidupmu?

Banyak orang yang bilang, Pahlawan adalah orangtua, guru, sahabat, tokoh sejarah, dsb.
Pahlawan saya banyak, tak terhitung. Besok-besok akan saya jelaskan terpisah dalam blog ini.

Salah satu Pahlawan saya, di zaman ketika dinosaurus sudah punah, adalah beliau ; Pahlawan yang selalu terngiang-ngiang dalam mimpi saya. Kita mengenalnya dengan sebutan Soekarno. Atas nama anak bangsa saya sangat mencintai beliau. Saya kagum, dan selalu mencontoh sikap baik beliau setiap saya membaca kisahnya. Saya bahkan sempat menjadikan sosok beliau dalam bahan skripsi saya. Namun karena data yang saya miliki tidak valid, saya terpaksa mengganti bahan skripsi.
Saya begitu salut, sampai mengaplikasikan beberapa cara beliau dalam berprilaku. Beliau pemimpin yang hebat, yang luar biasa, yang membantu kemajuan Indonesia. Saya betul-betul merindukan sosok kepemimpinan beliau. Satu kalimat beliau yang paling saya ingat adalah,

“Aku begitu mencintai keluargaku dan rakyatku. Tapi kalau harus memilih salah satu diantaranya, Aku akan memilih rakyatku.”

Kurang lebih begitu kalimatnya, dan saya tahu beliau bukan orang yang sembarangan dalam berbicara. Kalimat di atas menjadi cambuk bagi saya, bahwa kebutuhan orang yang berada dalam tanggung jawab kita, jauh lebih penting daripada kebutuhan pribadi. Saya selalu tanamkan itu.

Lihat sekarang. Adakah pemimpin Indonesia yang benar-benar peduli pada rakyatnya? Saya berharap di 2014 pada saat pemilu nanti, Sosok yang akan menjadi presiden adalah sosok yang seperti atau sejajar atau mendekati dengan prilaku Soekarno dalam memimpin. Semoga saja.

Kembali ke topik mengenai Pahlawan.

Pernahkah anda berpikir apa itu pahlawan? Yang seperti apa yang akan mendapat gelar pahlawan? Apakah menjadi pahlawan itu menyenangkan? Kenapa orang baru disebut pahlawan ketika mati, membuat orang tersebut tidak tahu bahwa dirinya mendapat gelar pahlwan? Bagaimana caranya menjadi pahlawan? Apa setiap pahlawan akan masuk surga? Begitu banyak pertanyaan dalam benak saya tentang pahlawan. Sebenarnya, kita semua adalah pahlawan. Tiap-tiap dari kita sudah mempunyai jiwa pahlawan, entah disadari atau tidak. Hanya saja, terkadang lingkungan membentuk pribadi kita, menjadi jahat atau baik, menjadi gila akan kehidupan, lalu lupa untuk peduli terhadap sesama. Jiwa pahlawan kita kemudian tertutup. Terlalu hidup penuh drama, lantas berangan-angan andai saja kita punya kekuatan untuk menjadi pahlawan, seperti di tokoh film.

Kita tak perlu punya kekuatan ajaib, kan? Nggak perlu sayap peri untuk terbang, nggak perlu jaring laba-laba seperti spiderman, atau berbadan kekar seperti batman, atau besar seperti hulk, dsb. Kita hanya perlu kekuatan niat, dan kemauan untuk bermanfaat bagi sesuatu atau seseorang. Setelahnya tak perlu gelar pahlawan. Sebab, pahlawan yang tulus pasti tanpa tanda jasa.

Impian terdekat saya adalah menjadi pahlawan bagi keluarga saya. Saya sedang mengumpulkan kekuatan dan keberanian untuk ada di barisan terdepan dalam menolong keluarga saya.

Bagaimana dengan kamu?

Selamat menjadi pahlawan! 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Menjadi Pahlawan

    1. Hehe. Cume sejarah singkat. Lengkapnya baca buku aja 😀

      Pahlawan tanpa tanda jasa itu nggak cuma guru, tapi semua orang yang banyak berjasa, banyak memberi manfaat tanpa pamrih. misal, guru, penjahit, kurir, sopir, dsb. Gtu sih, kata guru sejarahku 😀

      makasih udah baca 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s