Sarapan Pagi.

Good morning !

I feel so happy this morning. Happy happy happy! Alhamdulillah.

Jadi ceritanya ibu saya selalu cerita tentang tahu jeletot yang sedang popular di kalangan masyarakat sekitar. Tahu jeletot adalah gorengan tahu yang di dalamnya terdapat potongan wortel, kol, dan cabai cincang. Saya pribadi sih, tidak begitu doyan sayur jadi menolak memakannya. Tapi setiap saya pulang malam dari kampus, ibu saya selalu bercerita tentang kehebohan tahu tersebut dan bertanya banyak hal. Seperti ini contohnya :

“Belinya di mana? Rasanya seperti apa? Cara buatnya bagaimana? Kapan harus di makan? Berapa harganya?”

Oke, ini lebay. Masak untuk tahu jeletot saja, harus bertanya detil memakai rumus 5w+1h . Tapi memang begitu tabiat ibu saya. Mungkin karena ibu saya pecinta masakan unik dan enak, maka beliau selalu penasaran dengan sesuatu yang baru.

Malam kemarin saya mampir di pinggir jalan sebelum pulang. Kepadatan lalu lintas di malam minggu membuat saya malas berlama-lama. Segera setelah membelinya, saya bergegas pulang.

Ketika mengetuk pintu rumah, tidak ada sahutan. Saya terpaksa membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang saya bawa. Benar. Ibu saya sudah tidur. Padahal ada tahu jeletot yang masih panas sebagai oleh-oleh. Bisa saja di makan pagi ini, tapi keluarga saya pecinta makanan panas dan hangat. Seperti ada pantang kalau memakan makan yang sudah dingin. Yah, begitulah orang Padang 😀

Kembali ke tahu jeletot.

Akhirnya saya taruh di atas meja di ruang tamu.

Paginya ibu saya melihat, memanaskannya, memakan tahu tersebut (yang untungnya tidak basi) dan dengan santai menuju kamar saya.

“Ternyata ini ya rasanya tahu jeletot. Ah, biasa aja. Kita bisa masak yang lebih enak dari ini.”

Saya hanya tersenyum. Tidak kecewa, saya justru puas. Walaupun, ternyata ekspetasi ibu saya tentang tahu jeletot tidak sesuai, namun saya senang, bisa membelikan apa yang beliau selalu sebut dengan pertanyaan 5w+1h -nya. Dan, saya tahu bahwa masakan ibu saya memang jauh lebih enak dari masakan yang saya beli itu.

Segera saya mendorong pelan ibu, mengajaknya ke dapur.

“Semua masakan bundo emang selalu enak kok.”

Kata saya mantap.

Iyakan? Nggak ada masakan yang lebih enak selain masakan ibu kita sendiri. Mereka punya penyedap rasa yang tidak dimiliki restoran. Bumbu rahasia yang mereka sebut atas nama cinta.

Selamat sarapan pagi ! Yuk lebih sering konsumsi masakan orangtua kita daripada masakan luar. Orangtua kita pasti senang sekali kalau kita memakan masakannya.

*Bundo = Panggilan ibu dalam bahasa Padang.

thanks for visit my site 🙂

Advertisements

One thought on “Sarapan Pagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s