My Achievement

And… Yes, welcome November. Welcome in a lovely weather, for me. Gotta freezing, sneezing, but it won’t stop to laughing and smiling everyday. I love November. No. I love all the days in 2013, indeed. My life changes and I feel better in every steps that I took.

How about you? šŸ™‚

Ini lebih kearah kepuasan pribadi sih, sebenarnya. Apalagi coba, kalau bukan di bidang menulis? šŸ™‚ Saya sayang buku dan sering menjadi penimbun buku lalu membacanya dalam satu hari sampai tidak keluar kamar. Saya cinta menulis, membiarkan jemari saya menulis terus menerus sampai lupa jam makan. Saya benar-benar suka menenggelamkan diri di antara keduanya. I was voracious reader since I was child. Dan kadang, saya kurang puas dengan satu atau beberapa buku yang saya baca. Sejak kecil selalu punya perasaan tidak puas. Sejak itu pula kakak saya senang membelikan buku diari agar saya menuliskan semua ketidakpuasan saya terhadap buku yang baca. Belakangan buku diari nya berubah pemakaian, menjadi coretan-coretan kecil tentang kekesalan saya terhadap sesuatu atau seseorang. Malah, menginjak remaja buku diari saya beralih menjadi catatan singkat tentang ide-ide gila saya dan juga tentang tokoh-tokoh fiksi yang saya hidupkan. Teman-teman banyak yang bilang saya aneh. Sampai sekarang pun mereka bilang saya aneh. Saya aneh karena hidup terlalu sistematis tapi memiliki daya imajinasi tanpa batas. Saya mampu menyeimbangkan otak kanan dan kiri dalam berpikir dan bertindak. Itu sebabnya banyak yang bilang saya aneh.

Kembali ke buku diari.

Saya masih menyimpan semua diari yang saya punya sampai tahun 2007. Tapi banjir datang, dan melahap semua lauh mahfudz tokoh fiksi saya. Bersedih? Tidak juga. Sebab saya masih ingat apa saja yang saya tulis. Saya selalu ingat di setiap diari yang saya punya, saya menuliskan

“Kelak, aku ingin jadi penulis hebat!”

Tapi saya pikir tak satu pun orang, termasuk anda, mempercayainya. Di sekolah pun banyak yang bilang saya bodoh dalam menghapal teori, jadi mana mungkin bisa jadi orang sukses.

Tapi saya terus belajar. Sementara orang yang mencemooh saya terus mencemooh, meneror bahwa saya bodoh.

Ah, itu sudah lama sekali, belasan tahun silam. Saya dengar orang-orang yang sibuk mengejek itu, kini hidup biasa-biasa saja.Ā  Sementara saya hidup dengan pencapaian-pencapaian yang satu persatu mulai saya raih.

Saya selalu menulis “Kelak, aku ingin jadi penulis hebat!” Dan (Alhamdulillah) saya masih suka menulis kalimat tersebut di buku diari saya, tapi kalimatnya saya ubah menjadi :
“Besok, aku sudah menjadi penulis hebat!”

Dan saya benci PHP. Saya tak mungkin memberi harapan palsu bagi diri saya sendiri, sehingga saya terus melatih diri saya dalam menulis. Tidak harus bagus, yang penting sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan semua orang suka. Itu saja.
Tapi kalau ditanya soal prinsip hidup, motivasi hidup, atau sejenisnya, totally hands up. I don’t have any motivation or etc in my life, perhaps. Or I have, but I can’t describe with a sentences. Yang penting saya masih hidup sehat, saya masih bisa ibadah kepada Tuhan, saya masih bisa bersosialisasi pada kerabat, saya bisa berkontribusi untuk lingkungan, saya bisa bernegoisasi pada rekan bisnis, saya bahagia bersama keluarga besar. Itu saja. Cukup. Entah motivasi hidup saya apa. Yang penting saya berhasil mewujudkan semua daftar impian saya.

Bagaimana dengan kamu?

Kakak perempuan saya, setiap kami bertemu dia selalu menuntut. Kadang kesal, tapi saya sadar dia mencoba memotivasi saya. Seperti ini kasusnya :

Kakak : Kapan nerbitin buku?
Saya : Tunggu dong, Secepatnya deh. Nanti baca ya!

Di lain hari, beberapa bulan kemudian.

Kakak : Kapan nerbitin buku?
Saya : Nih. (Menyodorkan dua buku antologi cerpen berjudul kata berdansa) .
Kakak : Cuma dua?
Saya : Ada juga, Antologi benci sama Lembar Cinta.
Kakak : Semuanya terbitan siapa?
Saya : Nulisbuku. Masih self publishing sih, tapi…
Kakak : Saya mau baca kalau dari penerbit mayor.

image
Buku kata berdansa. Ada tiga cerpen punya saya di sana šŸ™‚

image
Buku Antologi Benci. Ada satu puisi saya.

image

Buku Lembar cinta. Satu puisi dan satu cerpen saya di dalam buku tersebut.

Selang beberapa bulan, saya datangi rumah kakak saya, dengan antusias saya bercerita.

Saya : Aku menang lomba!
Kakak : Lomba apa?
Saya : Lomba nulis lah. Pemenangnya akan dibukukan.
Kakak : Lomba di mana?
Saya : Aku menang lomba A Cup Of Cinta Buta -nya Penerbit Stiletto Book. Terus menang My Momy Angel -nya Penerbit Divapress , satu lagi menang Cerpen duet Unsa dari penerbit De Teens. Tiga-tiganya penerbit mayor. Nanti akan ada di toko buku!
Kakak : Selamat ya. Tentang apa?
Saya : Baca aja sendiri kalau sudah terbit, kan itu penerbit mayor.
Kakak : Itu kontributor kan? Bukan tulisanmu satu buku?
Saya : Iya…
Kakak : Bikin novel dong. Satu buku isinya kamu semua.
Saya : …

image

Punya saya di halaman keseratus sekian. Jangan dibaca! šŸ˜€

Yah begitu. Sekarang kalau saya menang lomba lagi, saya akan tetap mengabari kakak saya. Tapi setelah saya ingat-ingat lagi, semua permintaan dia selalu berhasil saya lakukan. Hanya saja sekarang saya melarang dia membaca semua tulisan saya. Kalau bidan, katanya kode etik nya tidak boleh mengurus persalinan keluarga. Nah kalau cerpenis, kode etiknya adalah melarang keluarga membaca tulisannya hehehe (Jangan diseriusin, ini hanya kode kode-an saya saja) . Yang pasti ibu saya tidak pernah membaca tulisan saya, kakak laki-laki saya beserta istri juga tidak. Sengaja. Sebab saya khawatir tulisan saya mempengaruhi pemikiran mereka tentang saya.

Bagaimana dengan kamu?
Sudah menulis apa hari ini?

Selamat pagi, selamat berdoa bagi kita semua. Pagi ini saya harus lebih banyak bersyukur atas semua nikmat ini. *keluar rumah* *hirup udara segar*

Salam,

Uni.

*) Kalau buku yang saya sebutkan di atas terbit, beli ya šŸ˜‰ Atau kalau blm mau beli, bantu promosikan ke banyak orang aja hehe. *promosi sebelum waktunya*
**) Kalau bersedia, silakan kunjungi dunia fiksi saya di http://chairanidzalika.blogspot.com . Di sana, semua fiksi tersedia.

Advertisements

3 thoughts on “My Achievement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s