Pekerjaan Mulia

Gimme a chances to writing in Bahasa Indonesia, tonight. For those people who doesn’t understand, you can using Google translate to knows the meaning that I post after this.

Well, selamat malam.

Pernah lihat (maaf) pemulung?
Saya, sering.
Mereka adalah orang yang berpakaian sangat sederhana, tapi (lagi-lagi maaf) lusuh, berdebu, kotor. Membawa satu besi panjang yang ujungnya memilikki kail, serta membawa karung besar yang disandang di belakang pundaknya. Sekilas, mereka menyebalkan karena lalu-lalang di sekitar kita. Ada aroma aneh yang menyeruak dari dalam tubuh, entah aroma sampah atau efek bau badan yang jarang tersentuh sabun mandi. Dulu, saya takut. Dan (maaf) a lil bit disgusting. Tapi setelah saya mengadakan event #30DaysSaveEarth saya sadar satu hal. Mereka, pantas diberikan apresiasi tersendiri. Kenapa?
Mari bahas apa yang mereka bawa, mengapa disebut pemulung, ada apa di dalam karungnya, di mana mereka tinggal, dan bagaimana mereka bisa ada di sekitar kita?

Saya akan menjelaskan secara singkat tentang mereka, untuk anda yang belum tahu.
Pemulung itu sebutan bagi orang yang pekerjaannya memulung barang yang sudah dibuang oleh pemiliknya. Namun, mereka hanya mengambil botol plastik, gelas plastik, dan sejenisnya. Dengan kail panjang yang terbuat dari besi, mereka mengambil botol yang terbuang percuma di sekitar tempat sampah, atau di jalan raya. Kemudian, botol tersebut akan dimasukkan ke dalam karung. Ketika karungnya sudah penuh, mereka akan pulang ke pemukiman pemulung, memisahkan antara botol yang masih baik, yang sudah bolong, atau botol yang tanpa tutup, dan juga memisahkan gelas plastik yang bening dengan gelas plastik yang berwarna. Mereka mencucinya, membersihkannya, menjemurnya di malam hari, lalu pagi buta disetorkan kepada orang ‘atas’ , paginya kembali bekerja. Dari sanalah mereka mendapatkan uang, yang cukup-tak-cukup untuk memenuhi keinginan perut anak-anaknya. Butuh ratusan botol untuk mendapatkan uang sebesar dua puluh ribu.

Kurang lebih, begitu pekerjaan pemulung.

Mengapa saya menyebutkan mereka berhak mendapat apresiasi, sebab, pekerjaan mereka mulia, halal, dan terhormat. Mereka secara tidak sadar sebenarnya (bagi saya) telah menyelamatkan bumi ini dari kerusakan lingkungan. Bayangkan saja jika jalan raya tumpah ruah oleh botol-botol plastik yang dibuang sembarangan, tentunya sangat mengganggu. Kenapa saya sebut mulia? Jelas! Koruptor meraup uang banyak tapi merugikan banyak pihak. Sedangkan pemulung mendapatkan uang sekaligus menguntungkan bumi kita, (terlepas dari botol yang mereka ambil akan digunakan lagi oleh pihak tak bertaggung jawab). Bayangkan saja sendiri, apakah kita mau dengan sukarela mengambil botol-botol perusak lingkungan itu, kemudian mendaur ulangnya dalam jumlah banyak? Saya pikir kalaupun ada, pastilah hanya segelintir orang. Saya sekarang ini lebih memilih membawa tumbler yang bisa dipakai berkali-kali. Selain hemat uang, menekan flooding botol bplastik di lingkungan kita.

Sampai sini dulu.
Semoga, anda yang membaca ini, esok lebih peduli lagi kepada pemulung, lebih menghormati mereka yang telah berjasa untuk bumi, dan besok-besok kita tidak lagi sembarangan membuang sampah. Malah akan lebih baik jika tidak memakai botol plastik. Kasihan bumi kita. Tenang saja, kalaupun botol-botol tidak lagi berserakan di jalan raya, Insya Allah akan ada pekerjaan yang lebih mulia untuk para pemulung tersebut.

Selamat menjadi orang yang terus memperbaiki diri, good night and have a nice dream. :’)

Tulisan ini didedikasikan untuk event #30DaysSaveEarth

P.s : Semua cerita di atas berdasarkan riset selama satu minggu di empat tempat di wilayah Bogor dan sekitarnya.

P.s kedua : mereka tidak mengiyakan saya untuk mengambil gambar.

P.s ketiga : Apa yang saya tulis mungkin tidak sama kasusnya di kota lain.

P.s selanjutnya : Teruslah jaga bumi kita.

-Uni.

thanks for visit my site πŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Pekerjaan Mulia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s